Nadya duduk di pojokan sambil menghisap rokok mentholnya. Kami berciuman dengan hangat. Film Porno Sial. Aku menatap penuh emosi ke arah Nadya. Memang kebiasaan office boy kami untuk mengunci semua pintu di kantor kecuali pintu utama, yang biasanya selalu dikunci oleh satpam setelah semua pergi.Untung saja pintu belum dikunci ketika kami masuk. Baru tadi kan bilangnya, gw juga denger jawabku
Enggak. Jendela kantor kami tidak ada yang menghadap ke kantor satpam. Aku meremasnya dengan lembut. Di tengah minggu malah dugem. Lidah kami saling beradu. Ga ada salahnya kalo satu dari kalian aku pacarin Nadya melanjutkan ucapannya. Tak beberapa lama Nadya memulai pembicaraan.Maaf tadi aku lancang ngecap kamu katanya pelan
Gw juga Nad maaf tadi terlalu kasar jawabku. Mukanya mulai memerah. Hebat.Nadya diam, walau bisa kulihat mukanya memerah menahan marah. Aku pasrah, dan Nadya pun menciumi badanku mulai dari leher sampai ke perutku. Dan sekarang, setelah kegagalan pernikahanku yang dulu, setelah beberapa lama berpacaran, aku akan mempersiapkan pernikahanku dengan Nadya.. Dia membanting kacamatanya dan mulai menangis sesenggukan. sindirku.Ruang rapat penuh asap




















