Mbak Aufa begitu rakus melumat penisku yg ukurannya biasa-biasa saja. Sex Bokep AAIIHH… OUUGGHH… NDREEWW… MBAK KELUAARR… AAHHSSHH…”Mbak Aufa menjerit dan mengerang seiring dengan puncak kenikmatan yg telah diraihnya. Tapi… Mbak kebayg-bayg titit kamu. mm.. Rupanya Mbak Aufa sedang baca novel sambil tiduran. Kamipun asyik bercerita, seolah tidak mempedulikan kiri kanan.Tapi hal itu ternyata tidak berlangsung lama Lepas stasiun J, kereta benar-benar penuh. Justru aku makin horny..” aku tersenyum. Karena bosan, aku ketok pintu kamarnya. Di depanku terpampang paha mulus, karena dasternya sedikti tersingkap. sshh.. Buah dada itu membusung tegak. ahh.. Aku tersenyum penuh kemenangan sebab aku masih mampu bertahan…Tak disangka, setelah istirahat sejenak, Mbak Aufa berdiri dan duduk di pinggir spring bed. Maklumlah, modalnya ada. Kami kemudian naik angkot, dan sepanjang jalan Mbak Aufa diam saja. Sebab kata Mas Aris istrinya, mbak Aufa, senang kalau aku mau datang. Yg pasti, kugenjot dia.. Lagian, nempelnya terlalu lama.. Dan jam 17.00 aku bertemu mbak Aufa di stasiun. Jrruuoott… jrroott… srroott..“Mbaakk.. crrootts… srssrreett… ssrett… spermaku muncrat di muutu Mbak Aufa.




















