Dia benar-benat ulet. Astaga. Bokep Thailand Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Dia menjual, bukan mengemis. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Adakah yang lebih tabah dari aku? Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Tidak tampak rasa takut dalam dirinya. Adakah yang lebih tabah dari aku? Dia menjual, bukan mengemis.




















