Habis ngapain kamu?”Semua pertanyaannya saya acuhkan, saya jejalkan uang yang saya dapat ke tangannya, lalu saya langsung mabur ke kamar. Tapi saya terus melacur walaupun perut saya membesar. Bokep Jepang Juragan selama ini kesepian, dan kehidupannya cuma ngurus toko beras saja.Saya jadi kasihan sama Juragan, ternyata beliau sendirian juga seperti saya. Mereka minta saya layani mereka sekaligus. Enggak tahu kenapa, biarpun rasanya dari kecil makanan saya bergizi pas-pasan, kok tetap saja badan saya bisa jadi ya. Sakit! Juragan menarik kain kemben yang masih ditahan tangan saya, dan kainnya meluncur begitu saja tanpa saya tahan. Apalagi kalau sudah pakai sanggul dan rias, wuihh. Tapi buat mereka yang gigih dan mujur, selalu ada jalan. Akhirnya setelah cukup lama mencermati berbagai kesempatan yang ada, Simbok memutuskan untuk memanfaatkan keahlian kami. Muka mesti dibedaki tebal-tebal, sampai beda warna dengan badan. Saya nggak bisa apa-apa karena masih lemas. Biasanya seharian menari saya tidak pernah dapat uang sebanyak itu. Selain Simbok, orang-orang yang biasa nonton kami menari kok semuanya bilang saya cantik. Apa saya




















