“Layani aku” ujarku singkat setengah berbisik.Wajah Bramanto masih terlihat bingung ketika aku memindahkan posisi duduku sehingga sekarang tepat berada diatas meja di depannya. Tampak Bramanto terdiam kembali terlihat jakunnya naik turun dan nafasnya menjadi berat pertanda gairahnya memuncak.Kini kedua matanya menatap-ku dengan tatapan yang sama sekali tidak kusukai. Bokep Montok “Ehm.. Tampak Bramanto terdiam kembali terlihat jakunnya naik turun dan nafasnya menjadi berat pertanda gairahnya memuncak.Kini kedua matanya menatap-ku dengan tatapan yang sama sekali tidak kusukai. “Manto duduk sini aku mau bicara denganmu,” suaraku penuh penekanan dengan nada memerintah. Itu adalah hal yang paling kubenci dari pria dalam berhubungan sex apalagi kini tatapan itu keluar dari pria yang kuanggap tidak selevel dengan-ku. Lagian sudah ganti shift.. Tatapan itu penuh nafsu terpendam dan hasrat ingin menguasai. Nggak taunya ibu Diana dan Mbak Nina itu..” katanya tanpa melanjutkan kalimatnya. Suasana ruangan kantorku yang sudah kosong ini mirip sekali dengan suasana tadi siang pada jam istirahat.Lenggang dan nyaman membuat aku merasa kembali rileks.










