“Kapan dia kesini pi tanggal berapa” tanya Ema itu
“Lho lho lho.. Bokepindo papi ini gimana sich kita kan sudah menikah”
“Ya kali aja mami masih suka sama Bagus”
“Papi percaya dech sama mami nggak ada yg bisa nyainin papi untuk sekarang dan selamanya”Wuihhh… rasanya macam paling tampan sedunia dengar Ema istriku tadi mengatakan hal tadi, istriku termenung menatap ke depan, tiba tiba muncul ide gilaku ingin menyenangkan + mencari pengalaman lain dalam kehidupan pribadi kami“Mi.. sekarang dihadapanku terpampang toket yg terindah yg pernah kulihat montok dan kenal. semangat banget mii” selidikku
“Hehehe… jangan cemburu gitu dong pi..” kemudian aku tersenyumBagus adalah sahabat karibku waktu duduk di bangku kuliah dulu kami sama sama naksir Ema bedanya Bagus agak kalem dan malu menyampaikan perasaanya sementara aku nggak peduli dgn namanya malu aku langsung tembak aja Ema, padahal dari segi wajah dan penampilan aku kalah jauh sama Bagus.




















