Sikap mereka sedikit melegakanku, karena kekhawatiranku kalau mereka tahu aku mengintip sepertinya tidak terjadi. Aku berbaring telentang dengan pasrah di bangku panjang sambil tanganku berusaha menutupi selangkanganku karena jengah. Bokep Mama Cairan itu begitu hangat dan kental, aromanya sangat terasa menusuk. Satpam itu mulai menciumi leherku, kurasakan lidahnya bermain liar di sana, jenggotnya yang macho itu membelai-belai kulit leherku, belum lagi saat lidahnya mulai bermain di telingaku. “Devi…Devi…come on, you must finish this one!” aku menyemangati diriku sendiri sambil meminum kopi dari gelasku. Seluruh pakaian Eva sudah terlepas dan berceceran di lantai menampakkan tubuhnya yang sintal menggoda, sementara Pak Hendro cuma melepas celananya saja. Aku semakin horny, entah kenapa secara naluriah, aku menganggukkan kepalaku tanda setuju dengan permintaannya. Setelah kuperiksa dengan alat pengecek kehamilan, ternyata benar…aku hamil. Vaginaku sudah demikian banjir, sampai celana dalamku basah dibuatnya. Ia kembali bangkit berdiri, dengan segera ia mendekap dan menyambar kedua bibirku.




















