Tapi juga jadi pendampingnya di ranjang dan menjadi penghangat tubuhnya. Bokep Family Wanita yang kuperkirakan berusia sekitar tiga puluh delapan tahun itu memandangiku dengan kening berkerut. Bahkan tiga orang pembantu wanita, menempati satu kamar. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata kehidupan di kota besar, justru lebih keras dan pada di desa. Aku merasa seolah-olah sedang bermimpi. Tidurpun di mana saja. Dia ingin meminta bantuan, Tapi orang-orang yang berlalu lalang dan melewatinya tidak ada yang peduli. Padahal aku sendiri perlu dikasihani. Nyonya Wulandari malah tersenyum dan mencium pipi suaminya yang kendur dan berkeriput. Setiap hari aku berjalan. Nyonya majikanku itu benar-benar sudah tidak mampu lebih lama lagi bertahan. Tapi juga jadi kekasihnya di atas ranjang.Mungkin karena aku sudah mulai loyo, Nyonya Wulandari membawaku ke sebuah club kesegaran.








