Sebenarnya setiap hari bisa saja Mas Aryo pulang sore hari. Beberapa menit aku rebahan di atas ranjang membuatku mulai bisa menghilangkan rasa pening di kepalaku. Bokep India Remasan-remasan tangannya di payudaraku membuatku tidak tahan lagi, sampai tak sadar aku melorotkan sendiri pakaian yang kukenakan. Jumlahnya sekitar sepuluh juta rupiah. Mungkin setelah ini ia akan kapok berjudi lagi pikirku.Sore hari setelah pulang kerja, Mas Aryo menyuruhku berhias diri dan setelah itu kami berangkat menuju tempat yang dijanjikan sebelumnya, rupanya Mas Aryo mengantarku ke sebuah hotel berbintang. Mas Aryo berjanji untuk melunasi utangnya itu. Selama hidup baru pertama kali ini, aku pergi untuk menginap di hotel.Ketika pintu kamar di ketuk oleh Mas Aryo, beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka, dan kulihat Bondan menyambut kami dengan hangatnya, Suamiku tidak berlama-lama, kemudian ia menyerahkan diriku kepada Bondan, dan kemudian berpamitan.Dengan lembut Bondan menarik tanganku memasuki ruangan kamarnya. Itu berarti aku harus melayaninya semalam di ranjang seperti yang kulakukan pada Mas Aryo. Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi.




















