Shot demi shot kuambil. Aku tidak kepikir lagi untuk mengatur cahaya dengan light meter saku, pokoknya segala macam teori kompensasi cahaya sudah hilang di kepalaku karena otakku setengah sadar setengah terangsang.Tapi aku tidak perlu khawatir, karena aku mengandalkan kecanggihan kameraku yang bukaan lensa serta speed-nya ku-set mode auto. Bokep Rusia Ganas juga cewek ini, dalam hati. “Sori ya Li, abis lu bikin aku kerangsang.”
Lia tersenyum tertahan. Namannya Lia, anak kuliahan di daerah Cihampelas Bandung, itu cewek yang akan dikenalkan Ivan kepadaku. Kusuruh Lia agar posisi tubuhnya agak menungging biar pinggulnya benar-benar terekspos frontal ke kamera. “Thanks.” ucapnya pelan. Lalu lidahnya menjilati dari ujung topi bajaku turun ke buah kembarku, lalu yang membuatku kaget ketika dia menjilati juga lubang anusku. Segaris celana dalam putih itu beberapa kali terlihat di antara celah kakinya. Kalau aku tidak terlatih mengontrol orgasme, mungkin tidak akan sampai 3 menit di-treat seperti itu, tapi diserang habis-habisan seperti itu akhirnya aku bobol juga.




















