Meja pantry berantakan. Bokepindo Besar dan tegang sekali kejantananku. Sambil berbicara kesana-kemari, aku diam-diam memandangi tubuh itu. Berdua kami tertawa terbahak-bahak mengenang kegilaan-keedanan yang baru saja kami lalui.Makan malam kali ini terpaksa ditunda. Warna hijau, kuning dan merah segera menghiasi tubuh putih mulus itu. Jelas sekali terlihat kewanitaan Eksanti yang terbalut bulu-bulu hitam lebat tetapi sangat rapi karena baru dicukur, harum karena baru dibasuh sabun wangi.Bentuknya menyerupai buah ranum dengan belahan di tengah, menggiurkan sekali. Seperti kejadian malam itu..Eksanti mengundang aku untuk datang ke tempat kostnya Jumat siang itu, ia akan memasak nasi goreng sosis kesukaanku. Hal ini menambah nikmat permainan cinta kami, dan sekali lagi, tanpa dapat dicegah, orgasme keempat datang menderu memenuhi tubuh Eksanti yang memang sudah sangat sensitif ini. Oocch.., geli sekali rasa puncak-puncak payudara Eksanti, membuat tubuhnya bergetar pelan. kamu harus membantu Santi membersihkan pantry!” begitu kata Eksanti setelah kami mampu berbicara lagi. Dengan posisi seperti ini, Eksanti bagai hewan kurban yang siap disembelih, di atas altar kenikmatan yang dipenuhi bahan-bahan masakan!Pelan-pelan aku




















