Nggak mau,”
“Ayo kulum saja Ah. Bokep Mom Di pelataran halaman kantin terlihat sebuah sepeda onthel kuno terparkir. Pak Ilham, kepala sekolah sebuah SMA swasta di empat aku menimba ilmu di Kota S, rasanya sangat pantas mendapat julukan “Si Kucing Garong”. Sepertinya kertas tisue. Sepertinya kertas tisue. Sebabnya laptop itu tertinggal di kantin sekolah, tepatnya di kamar Bu Lastri sang pengelola kantin setelah dipakai nonton film bokep bareng teman-teman saat istirahat sekolah tadi pagi.Aku benar-benar ceroboh dan kena batunya kali ini, pikirku membathin. Aku menemukan akal. aa anu Pak Ilham ini Anton, murid kelas tiga. Padahal aku tahu Bu Kantin sama sekali tidak memiliki kendaraan. Dengan wajah lesu Bu Lastri bangkit dan berdiri. Baru setelah terdiam beberapa saat, Pak Ilham berubah melunak. Tetapi terlambat. Ia tidak memakai kutang. Dengan wajah dan tubuh dibanjiri peluh, terlihat ia mempercepat sodokannya. Setelah memarkir motor di tempat yg kuanggap aman, kudekati pintu belakang. Malam ini akan mengocok sambil membaygkan memek Bu Lastri yg menggairahkanku, ujarku membathin dlm perjalanan pulang di atas sadel sepeda




















