Aku melihat puting susunya yang mengacung ke atas. Bokeb Bagus deh. Dia sudah dalam lapis keempat. Hari itu ndak ada ayah dan ibu. Ia menubrukku di sofa. Aku kunci pintu kamarnya lalu melakukan apa yang aku lakukan tadi di sofa. “Oh…Mbak…hmmm”, aku mengenyot putingnya bergantian, kiri dan kanan. Lalu perlahan-lahan balon itu kau tiup, besar, makin besar, besar, besar jangan khawatir sebab balon itu tak akan bisa meletus tapi hanya bisa membesar dan mengecil. Artinya, apabila seseorang sadar dari hipnotis, maka ia harus melewati kesadaran berlapis dulu baru sadar sepenuhnya.Aku lalu mencobanya konsentrasinya. “Kalau mengerti mengangguklah!”
Mbak Ratih mengangguk. Dan itu tidak mudah. Aku bisa mendengar suara tenggorokannya menelan sesuatu. Dan….mbak Ratih pakai t-shirt dan kuyakin dia tak pake BH, juga celana pendek.




















