Sakit, Pa!” katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu perlahan aku bergerak mundur.Saat hampir seluruhnya keluar kemudian kutekan lagi ke depan. Vidio Porno Tiap gerakan tubuh kami mengantarku semakin dekat pada batas akhir.“Ya Pa! Isteriku berteriak saat orgasme datang padanya secara berkesinambungan seiring ledakan spermaku yang kuberikan padanya. Dapat kurasakan kehangatan yang menyambut kepala penisku. Eva sangat panas, basah dan rapat!Pelan namun pasti kutingkatkan tekananku pada vaginanya. Pelan, cepat, pelan dan keras. Aku diam sejenak, membiarkannya untuk beradaptasi.“Gimana? Kudorong pintunya agar lebih terbuka.“Apa yang kalian lakukan?”“Sedang menunggu Papa.” Eva menjawab dan mendekat lalu menarik tanganku agar masuk.“Kami membiarkan Papa minggu kemarin, tapi akhir pekan ini Papa tak akan dapat lolos dengan mudah.”“Sudah Papa bilang. Dimana kalian?” teriakku, “Saatnya makan!”“Ya!” kudengar jawaban dari kamar Irma. Maka kukeluarkan penisku dari mulut Ami.“Kita dapat melanjutkannya nanti.” kataku padanya.Kudorong Eva ke tempat tidur, menindihnya dengan lembut.




















