Sebantar lagi MbakMona yang punya salon ini datang, biasanya jam seginidia datang.Aku langsung beresberes dan pulang. Bokep indo Bodoh amat. Ya, seseorang toh dapat saja lupa padasesuatu, juga pada sapu tangan. Shit! katanya lagi seperti iri padaWien.Aku mengambil pakaianku. Masih melongo.Itu jendelanya dirapetin dikit.., katanya lagi.Ini..? Kalau potong rambutya masuk ke tukang pangkas di pasar. Dia mau pulang dulu ngeliat orangtuanya sakit katanya sih begitu, kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, Terus dong Yang.Auhh aku mau keluar ah.., Yang tolloong..! Wiendatang. Iatidak lagi dingin dan ketus. Lihatlah, masak ia begitu berani tadimenyentuh kepala Junior saat memijat perut. Ke bawah: Tidak. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramahkepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkalpaha. Sudahlah.Masih ada esok. Iamenyenggol kepala juniorku. Kalau saja, tidak keburuwanita yang menjaga telepon datang, ia sudah melumatSi Junior. Tapi ia masihberjongkok di bawahku.Yang ini atau yang itu..? Lalu pindah ke pangkal paha. Laluasyik membuka tabloid. Kali ini dengan telapaktangan. katanya menggoda, menunjukJuniorku.Darahku mendesir. Aku masihtermangu. Juniorku tegang seperti mainananakanak yang dituip melembung.




















