“Baru sekali ini aku masuk ke kamar tamu hotel, habis..”
“Kenapa ?”
“Nov, namamu Nova kan? Matanya semakin memberi tenaga pada sang penis di belahan pahaku. Bokep Family “Makasih, sibuk ya?”
“Belum”
“Banyak tamu?”
“Biasa Mas”
“Nanti ngobrol yuk”
“Ini juga ngobrol”, katanya
“Temen kamu mana ?”
“Ke pantry”, mukanya memerah. “Dasar !”, katanya sambil senyum manis. Karena sudah beberapa kali menginap di hotel yang sama, keakraban pun telah ada antara kami dengan para petugas hotel (beberapa office boy malah sudah hapal dengan pilot-pilot yang selalu menanyakan foto ‘artis’ baru di hotel itu)Sementara ketiga ‘rekan’ kerjaku sudah menuju kamar masing-masing, aku kembali ke mobil sebentar mengambil tasku yang tertinggal. Rupanya dari para pramugari. Ana masih belum menyerah, dia masih terbang dengan kerinduannya, jauuuh.., tinggi.., tak tahu sampai di mana. Sungguh, pengalaman kali ini seperti dongeng. Sari bermuka antara Padang dan Menado, matanya sipit, rambutnya ikal seksi, tubuhnya khas pramugari dengan kaki dan punggung indah ditambah kebiasaannya fitness dua hari seminggu sehingga mukanya tampak selalu memerah segar.




















