Aku merasakan ujung penis Dodi menyentuh lubang duburku.“Dodi, bukan itu lobangnya, sayang!” kataku.“Mama diam saja. Bokepindo Dodi membopongku ke kamar mandi dan menceboki vaginaku, lalu dia mencuci penisnya. Aku mengikuti kehendaknya, aku menungging di ujung tempat tidur. Setelah terbiasa, nanti mama akan ketagihan,” katanya.Aku diam saja. Sampai penis Dodi keluar dengan sendirinya karena sudah mengecil. Dia berada di antara kedua pahaku lalu menjilati vaginaku. Dibopongnya aku kembali ke kamar tidurku. Aku sudah lelah menyemangatinya. Lima belas menit kemudian, kami sudah kembali segar. Tubuhnya bergetar kuat. Penisnya masuk ke dalam vaginaku.“Dodi… Aku ini ibumu, nak! Kami tak bersuara sedikitpun. “Aku sudah tak tahan, sayang…” bisiknya.“Bagaimana, kan masih belum kering?” kataku.Akhirnya kami sepakat, kami harus pindah kamar ke kamarnya. Aku mengatakan, kemana aku harus menggugurkan kandunganku? Aku langsung membuka pakaianku. Jual beli mobil bekas yang ditekuninya semakin membuahkan hasil. Kutekan tubuhku, agar penis itu benar-benar habis tertelan oleh vaginaku. Dia juga terkejut. Kami tak pernah bosan.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,




















