Aku masukkan dari belakang sebelum Dhea sempat meronta, aku pegangin pinggulnya sementara aku terus mendorong sekuat tenaga. Bokep Family Aku terus menghentak-hentak di atas tubuh Dhea, dengan kecepatan yang brutal, dan tubuhnya yang mungil terbanting-banting karena gerakanku. Setiap langkahku seperti membuat seluruh rumah berderit dan aku siap meloncat melarikan diri. “Kalau aku lepasin tanganku, lo berguling tengkurap dan jangan berisik atau aku potong leher lo.” Aku tentu tidak bermaksud akan membunuh dia, tapi paling tidak itu berhasil bikin Dhea ketakutan. Setiap langkahku seperti membuat seluruh rumah berderit dan aku siap meloncat melarikan diri. Dhea tetap diam tidak bergerak, terengah-engah. Aku belum pernah setakut ini seumur hidupku. Dhea tetap diam tidak bergerak, terengah-engah. Kepala Dhea terbenam ke lantai. Aku ada di sebelah ranjangnya mencekik lehernya, sementara tangan kiriku mengcungkan belati di depan wajahnya.“Diem.












