Mataku terpejam merasakan kehangatan yang begitu lembut ini.*****
“Qora sayaaaaaaaaang,” entah darimana datangnya, Sava begitulah aku memanggilnya, sudah mendekap tubuhku erat dari belakang. Bokepindo Tapi tidak ada yang berubah di dalam hatiku, dia tetaplah Savana yang selalu memiliki tahta di hatiku, meski sepertinya dia telah lupa dengan kedudukannya di hatiku.Dingin semakin menusuk tulangku, genggaman tanganku pada sebuah daun pisang mulai gemetar. Kemudian merayap menuju lehernya yang halus, dan kini lidahku mulai menjilat-jilati dadanya. Takdir sederhana yang memaksanya terkungkung dalam sangkar raksasa berlabel, Status Sosial.Kini semuanya berubah. Savana yang saat ini ku lihat bukanlah Savana sebelum 13 hari yang lalu. Kembali aku kecup bibirnya yang merah merekah, aroma harus tubuhnya semakin merebak, kehalusan kulitnya semakin dapat aku rasakan. Beberapa bagian tubuh kami terkena air hujan walaupun gak seluruhnya.“Romantis ya, hehehehe,” nada riang Sava yang khas seakan mengalahkan gemericik air hujan, walau diiringi dengan kletukan giginya yang beradu dengan cepat.“Kamu suka ?” hhhmmm aroma wangi rambutnya semakin lekat menempel dipenciumanku, rambut yang sedikit lepek terkena air hujan.Dengan mantap Sava mengangguk,




















