Telapak tangan melepuh, membuat dia menyadari bahwa saat itu, aku diperlukan, selama Mas Pras belum pulang. Dia Cuma menggeleng tapi tetap mata terpejam. Bokep SMA Celanaku semakin mengggembung. Aku malu sekali. Gigiku gemeletuk seperti kedinginan. Kun, jangan tinggalkan Mbak sendirian matanya sayu dan mengiba. Ahhhrupanya Mas Pras sedang anu dengan Mbak Narsih. Dikosoki, Kun biar dakinya ilang. Tetapi kok nggak ada. Cepat kuambil keset di ruang tamu, kubasahi dengan air cucian dan kututupkan ke kompor yang menyala itu. Maafin Mbak, ya Kun. Pengen nya hari segera sore atau kalau malam ingin segera pagi. Kenapa, Sih, tanganmu? Karena tak ada lagi yang mesti dikerjakan lagi, iseng-iseng aku nyetel radio kecil di meja tamu (Kakak gak punya tivi)
Emalah dengerin radio.sana belanja ke warung aku diberi daftar belanjaan. Lalu Mbak Narsih membalikkan badan, membelakangiku. Dia lalu merebagkan kepalanya di meja makan. Kedua orang tuaku sudah meninggal, Ketika itu aku baru kelas 2 SMP, Aku terpaksa ikut Mas Pras.












