Ini benar-benar gawat dan bencana bagiku. Bokep Tante Akupun, dengan iseng mencoba mengelus-elus bulu-bulu kemaluan Nenek, yang menurutku tak seberapa banyak di banding luasnya’lahan’, sehingga lebih tepat bila ku analogikan seperti bukit tandus yang di tumbuhi beberapa batang ilalang. Saat aura kegalauan telah kutuntaskan, aku beranjak ke langkah selanjutnya, yang justru menjadi taget utama misiku malam itu, yaitu melihat bagaimana dan apa yang telah di lakukan nenek di area tempat biasanya dia kencing! Tapi rasa penasaran yang belum tertuntaskan, membuatku enggan menjauhi tubuh Mbak Sekar. Esok paginya, peristiwa semalam dengan kakak sepupuku dan nenek, menjadi tonggak bersejarah, yang mendasari kegemaran dan kecenderunganku bermain cinta dengan wanita lebih tua.,,,,,,,,,,,,,,,,,, Enggak, aku mandi sendiri”
Aneh, untuk apa aku mesti malu sama dia?




















