Mas keluarr.. Bokepindo Tubuhmu bergerak naik-turun.Mula-mula perlahan dan beraturan. Empat kali. ,” Tania mengerang, aku hanya bisa menggeram.“Ogghh.. Berhenti dulu. sayang, bibir Mas sekarang sedang mencium lembut perutmu yang putih. pelan sekali.. Kedua pahanya terpentang lebar dan jari tengahnya melesak menerobos di antara lembah bibir-bibir kewanitaannya. Terkadang agak lama di bagian ujung, meremas-remas dan mengepal. Oocchh.. Mas, telephone-nya aku bawa ke kamar dulu yaa..”, bisik Tania pelan.Ia berkata demikian karena khawatir Eni akan menguping pembicaraan mereka. Akupun tertawa sambil berujar,“Kalau kamu yang memandikan aku, kita akan terlambat ke airport. Kakimu menggamit kuat erat pinggang Mas. ” sahutku.Iapun menggangguk setuju.Kemudian kami bergegas untuk membasuh diri kami masing-masing dan Tania menyabuni seluruh tubuhku. Tania tidak tahu harus bagaimana, kenikmatan sudah memenuhi seluruh tubuhmu. Aacchh..”, Tania merintih-rintih keras dalam kenikmatan sensasi fantasinya.Hanya suara rintihan itu yang bisa aku dengar dari ujung telephone selama beberapa saat. kamu meremasi rambut kepala Mas. Oh, kedua putingnya ternyata sudah mengeras. ngga tahan, Mas..




















