Sayang..” desahan Erni semakin membuatku bernafsu. Sambil menunggu jawaban dari chat, saya mencuri pandang pada dua gadis itu. Bokeb yahh.. Kami bertiga mengikuti Mbak Riyas ke atas. Ooohh.. “Auuhh.. Setelah kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan Tuti dan Erni. Sebelum memulai kisahku ini aku ingatkan agar selalu ingat dengan ceritaku. Tapi yang membuat aku tidak tahan adalah mereka tidak memperbolehkan aku menutup program itu dan mereka tetap membaca cerita itu sampai habis. Cerita sex ini terjadi yang sejak berkenalan dengan seorang teman di ITK saya mulai mengenal apa itu internet.Dan saya suka sekali pergi ke warnet dan hampir tiap hari saya berada di sana. “Sebentar ya Dik, saya ke atas dulu, ganti baju..” kata Riyas. ahh..” Tuti mendesah. Tapi aku tetap membantunya, kan sudah di beri tempat berteduh. Aku sudah tidak bisa konsentrasi pada cerita itu, mereka semakin menjadi-jadi, bahkan Tuti membuka kaosnya dengan alasan merasa panas, sedangkan Erni membuka kaosnya dengan alasan kaosnya basah dan takut masuk angin.




















