Seolah berbicara ‘enak Kak?’Reza kembali mengulum batang penisku, dengan lebih ganas tentunya. Vidio Sex Sini aku ganti sekalian.”“Ga usah, wong udah ke beli ini kak, santai wae toh kak”‘Ah ya sudahlah, nanti saja aku ganti’ pikirku untuk mentraktir mereka makan.“Yuk masuk ke theater dulu yu, pengen ngadem hehe” ajakkuLalu kita bertiga pun masuk ke dalam theater, film pun dimulai, lampu sudah di padamkan, tapi jujur selama lampu di padamkan, dan film dimulai aku tidak melakukan aktifitas apapun selain memegang tangan Reza. . Kak aku keluaaaaaarrrr” teriak Reza tertahan.Tahu-tahu kedua pahanya sudah memeluk kepalaku erat-erat. Tangannya menjambak rambutku Aku terus menjilat, kemaluan Reza sudah banjir dengan lendir.“Ooooh……! Reza menggigit bibirnya, Aku mengejang dalam pelukan Reza.“Aaaah! Akupun melepasakan kaos threesecond yang kukenakan, kulempar entah kemana.Reza yang sudah duduk di sofa mulai mengonani kejantananku,“Slurrp” masuklah kejantananku kemulutnya,di pegang pangkal batang kejantananku di kulumnya mulai dari lubang kencing lalu seluruh kejantananku.“Ooooh……, terus Zaaaaa,”“Heeeeeeeemph, iya begitu.”Mulai dari kepalanya hingga pangkalnya, perlahan hilang ditelan bibir Reza yang tipis manis.




















