Ujungujung jarinya menyusuri wajahku. Makin lama makin rapat ia mengulum anuku. Vidio Sex Amboi! Tak lebih dari sepuluh menit setelah kami selesai, ia sudah merosot turun dari meja poster dan memunguti bajunya yang terserak di lantai dan mejaku, sementara aku masih melayanglayang menikmati sensasi.Sudah jam empat, kerjaan belum selesai, katanya. OK. Jemarinya mencengkam lenganku saat kususuri sisi lehernya dengan bibirku. Jansen dan para klien. Dengan gugup ia meraih kancing branya saat blusnya kulucuti. ledek Tigor si media planner. Cuma telunjuknya saja yang ke sana kemari merambah batang kemaluan sampai kantung zakar.Shake me, kataku. Sip! tanyaku tak percaya sekaligus bangga.Buat apa aku bohong? Tapi boleh dong aku tahu, aku ini nomer berapamu? suamimu? Ia menekanku lembut. Kalau cowokmu dulu.. tubuhku serasa dijalari arus listrik. Tangannya beralih merabai selangkanganku, padahal tanpa dirabainya pun aku sudah hard on dari tadi. Ia tetap tenang menantiku.Serius? Kali ini dengan senang hati aku menurutinya. Pukul 08:00 saat temanteman datang, mereka cuma melihat creative director and senior art designer yang asyik berkutat dengan komputer masingmasing.




















