Aku hanya tersenyum sekaligus kaget.Entah kenapa Pak Nono mengelus-elus rambutku yang masih basah, aku pun hanya terdiam karena kaget dan tak kuasa menolaknya. Bokep Japan Tiba-tiba aku melihat sebuah mobil sedan berhenti tepat di depanku.Kemudian beliau menawarkan tumpangan kepadaku, aku pun menerimanya karena takut tidak bisa pulang. Di sepanjang perjalanan beliau mengajakku berbicara kesana kemari. Akhirnya aku mendapat ganjaranya pada semester depan aku tidak akan dikuliahkan lagi, sebenarnya aku ingin meneruskan pendidikanku, tapi apa daya orang tuaku sudah kesal dan tidak mempedulikanku lagi. Aku hanya terdiam menatap wajah Pak Nono. Pak Nono mendorongku hingga aku terbaring di lantai permadani, sambil terus menciumi dan menjilati wajahdan leherku.Dengan lincah tangan-tangan Pak Nono kurasakan sedang bermain-main di atas dadaku, beliau membuka kancing piyamaku. Beliau memperkenalkan dirinya sebagai Pak Nono umur berkisar 40 tahun. Mungkin karena didorong rasa ingin tahu aku membiarkan Pak Nono bertindak lebih jauh.Ciumannya mulai turun ke leherku, aku merasa geli sekaligus kenikmatan yang tiada duanya. Aku hanya terdiam menatap wajah Pak Nono. Tapi tangan Pak Nono begitu kuat




















