Aku punya istri, namanya Ida. Bokep Cina Saat malam, aku benar-benar “pingin” banget, soalnya yaitu, dia kalau tidur nggak siang atau malam selalu hanya CD dan bra hitamnya saja, sementara kulitnya lumayan putih, jadi kan “arus bawah” selalu meronta. Akhirnya dia menerima untuk sementara waktu tidak hamil dulu. Dia bekerja di perusahaan swasta sebagai staf pemasaran. Yah kecuali kalau cowoknya memakai obat atau si Cowo sudah pengalaman alias nggak perjaka. Sekejam-kejamnya ibu tiri tidak sekejam ibu kota, memang ada benarnya. Tampak cairan putih alias spermaku meleleh dari vagina istriku. Yah, itulah sebagian kecil kehidupan rumah tangga yang selalu banyak masalah silih berganti, padahal sebelum nikah, aku sudah membaca segala macam buku. Saat kupijat paha bagian dalam sengaja kelingkingku tidak ikut menekan tetapi kubiarkan menunjuk. Saat akan keluar, disemprotkan spermaku ke wajahnya, dan dioleskan “rudalku” ke wajahnya. “Sapa suruh luh kawin,” katanya sambil menaikkan dagunya yang lancip, sambil merubah posisi tidur dengan wajah membelakangiku. “Mbak Maryanah,” jawabnya. Ternyata kamar dikunci. Aku duduk di depan vaginanya. Yang ada juga sekarang

















