Aku mengusap-usap
punggung mulusnya. “Ah ibu ada-ada saja”, kataku mengelak walaupun saya
senang mendapat sanjungan. Bokep Colmek Cewek mana yang tak
mau dengan cowok ganteng”, katanya
“Belum Bu, sungguh kok”, kataku lagi. Seandainya Ani seperti ibunya: tenang pembawaannya, keibuan dan penuh perhatian,
baik juga.Sekarang, di rumah yang cukup mewah itu hanya ada bu Ida dan seorang pembantu. Dadaku makin bergetaran karena kami
saling mencumbu, aku meraba selakangannya, ada
rerumputan di sana, tidak terlalu lebat jadi enak
dipandang. Jari-jari
lentiknya menyusup ke balik baju tidur yang kupakai dan
menarik talinya pada bagian perutku, lalu pakaianku
terlepas. Kami berdua berdekapan, saling meraba dan membelai. Pengalaman ini yang mendebarkan
jantungku, betapapun dan siapapun bu Ida, dia mampu
menggetarkan dadaku. Kayak mengejar setoran saja. “Darti tidak akan masuk ke sini, pintunya terkunci”,
bisiknya. Akhirnya saya di suruh bu Ida untuk membantu
sebagai karyawan tidak tetap mengelola perusahaannya.




















