“Iya, tapi punya dia nggak seenak punya kamu Rio. “Dada saya nyeri Rio” katanya.Akupun bertukar duduk lagi, dan menepikan mobilku. Bokep Cina Ester menggelinjang, meronta, menendang, dan akhirnya sambil menggigit kuat bahuku Ester mendesah panjang dan bersamaan kurasakan cairan membasahasi penisku jauh di dasar vagina Ester.Ester tersenyum puas,“Kamu hebat Rio, punyamu jauh lebih hebat dari punya pacarku”. Dan, my God dia balas tersenyum lagi.Sesampai di rumah, dan setelah kawanku pulang, aku telepon bengkel tadi (nomernya kudapat dari kwitansi kawanku tadi), aku minta bicara dengan Ester.“Halo, dengan siapa ini?”, demikian suara Ester di seberang sana.Ooh, sungguh seksi sekali suaranya.“Dengan Rio di sini. Seksi, payudara besar, montok, liar di ranjang, dan vagina yang mengisap nikmat. “Kamu begituan juga sama dia”, tanyaku. Setelah say hello dan basa-basi sebentar, kita sudah meluncur di jalan raya.“Mau ke mana kita?”, kata Ester.




















