Tapi aku tunda sebentar, aku cuma menggosok-gosokkan kepala penisku ke bibir vaginanya. Bokep Mama Hmm.. “Enggak apa-apa kok mbak” jawabku sambil memutar badanku. kamu jahat..” bisik mbak fanny saat aku memeluknya erat setelah memasukkan penisku.Aku pompa penisku ke vaginanya perlahan, dan mbak fanny meresponnya dengan mengikuti gerakanku. Mbak fanny bersikap sangat manja kepadaku sedang akupun memanjakannya dengan senang hati. Aku tahu sebenarnya mbak fanny mau, cuma takut karena ini pertama kali ada laki-laki selain suaminya yang menyentuhnya.Aku pegang kedua pipinya dan aku angkat agar aku melihat wajahnya. Kemudian dia tersenyum nakal. Saat aku beranikan memasukkan lidahku kemulutnya, dia menyambut dengan liar, bahkan membalas memasukkan lidahnya bergantian.Saat ciumanku semakin liar, tak lupa tanganku mulai berkerja. Satu lagi yang aku suka dari mbak Fanny, rambut ikalnya. Perlahan aku cium kedua tangan, mbak fanny masih memandangku sambil menunduk.




















