“Ya sudah, mama mau mandi”, ujarku. Bokep Rusia “Sempurna”, jawab Randy. Dengan licik, ternyata Randy menukar kartu memori itu dengan miliknya yang telah rusak. Setengah terduduk dua lelaki asing itu dengan liar dan buas menggarap tubuh setengah baya yang masih mengundang selera ini. Wajahku masih tertutup selimut.Tapi si lelaki tampak tak peduli dengan buas terus menyetubuhiku dari belakang. 4 pemuda lain nampak menunjukan ekspresi keheranan lalu masing-masing tersenyum aneh. “Ya…, mama?”, tanyanya. Aku mulai mendesaknya soal prestasi kuliahnya yang merosot, soal seringnya ia bolos kuliah dan lain-lain termasuk darimana dia bisa membeli barang-barang. Entah berapa lama aku tak sadar, dan entah berapa kali tubuhku digarap pemuda itu. Si pemuda terus menahan kepalaku sampai kurasakan kemaluannya mengecil dan melunak lalu ia mencabutnya perlahan.




















