Aku menjadi nampak anggun di mata para pria. Kantor butuh uang itu segera. XNXX Bokep Pak Tommy ternyata menjualku pada para pria hidung belang, bukan sekedar untuk membayar hutangku, namun juga untuk membiayai bironya yang hampir bangkrut itu.Banyak bos-bos yang rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk diberikan pada Pak Tommy, demi memperoleh kesempatan menjepitkan penisnya ke dalam liang vagina dan anusku. Gak ada gunanya. Saya masih punya anak pak….” kataku tersedu-sedu.“Trus, kamu mau bayar pake apa? Hal ini tercapai karena aku memang rajin berolah raga. Kamu bilang mau angsur hutang kamu, tapi sampai sekarang, sudah tiga bulan, kamu sama sekali belum angsur. Untuk biaya operasi tersebut butuh uang sebanyak lima juta rupah. Tangannya meremasi payudaraku dan sesekali menampar paha dan pantatku hingga terasa pedih. Aku memandanginya dengan pandangan bertanya.“Mhhhhh… boleh tau apa solusinya pak?” ungkapku.“Kamu bisa bayar hutangmu dengan tubuh molek kamu itu” kata Pak Tommy sambil melirik padaku dengan sorot mata birahi.Bagai disambar petir, aku terkejut mendengar ucapan Pak Tommy.




















