Setelah itu aku menunggu di sebuah kursi, sementara Fitri dan Ayu masuk ke kamar.Tidak lama kemudian Ayu memanggilku dari balik pintu kamar tersebut. Sampai kurasakan alat kelaminku berdenyut-denyut, siap untuk memuntahkan sperma.“Mi.. Bokep Barat terus.. Tapi dia hampir nggak pernah ngerespon. “Udah hampir setengah delapan malem tuh. nggak usah ngomongin Maya lagi ya?”“Oke.. Tidak hanya itu, Fitri mengosok-gosok mulut dan leher si “ujang”, sehingga sekali lagi bulu kudukku merinding menahan nikmat.Kali ini aku merasa lebih siap untuk tempur, sehingga langsung saja aku membalik posisi tubuhku, menindih Ayu yang sekarang jadi telentang. Kujilati dan kugigit lembut sekujur payudaranya, kanan dan kiri. Hanya saja, kalau di tempat tidur dia sangat “hemat”.Nafsuku terbilang tinggi. udah mau.. Aku hanya mengamati bagaimana kedua payudara Ayu yang sedang digunakan untuk memijat batang penisku.“Enak kan, Van?” Ayu bertanya, Aku mengangguk.




















