Mereka tinggal dan menetap di rumahku. Kami saling rankul dan…. Bokep Cina Baru saja aku hampir menyelesaikan pekerjaanku, tiba-tiba Wildan menyapaku dan dia sudah berada di depanku. Dari sisi seksualitas, aku masih 39 tahun dan sudah 11 tahun menahankan diri untuk tdk disentuh oleh seorang laki-laki.Saat kami sarapan pagi bersama di meja makan, aku mendengar celotehan mereka dan putriku demikian manja kepada Wildan. Tak perduli Wildan adalah menantuku. Aku mengambil kesibukan lain seperti menata bunga-bunga di pot serta mengguntingi dedaunannya.Saat mereka mau berangkat bekerja, mereka menyalamiku dgn takzim, cium tangan. Wildan buru-buru berpakaian dan merapikan rambutnya. Saat Wildan mencium tanganku, kemudian tak sengaja bibirnya terkena ke ujung jariku, langsung hatiku berdebar, kemudian nafsuku bergelora. Gila. Dadaku gemeretar, karena tiba-tiba HP diangkat das terdengar suara demikian merdu dan lembutnya.“Hallo mama sayang…”Duhh… merdunya suara menantuku dan merayu. Terlebih td malam aku mendengar desahan dan rintihan nikmat dari putri bungsuku.




















