Aku pun kembali tidur dan menghayalkan kenikmatan tadi.,,,,,,,,,,,,,,,, Kok ganteng-ganteng belum laku sih?” Maya
menggoda.Suasana terasa langsung akrab bersama dua SPG susu itu. Saya sudah sarapan kok,” jawabku, Ibu itu pun berlalu, setelah sempat
menawarkan menu pada dua wanita muda dihadapanku.“Hm maaf Mas, apa tidak mau coba susu kami?” sebuah suara wanita mengejutkan aku.Hampir saja aku tersedak kopi yang sedang kuseruput dari cangkirnya, sebagian kopi malah tumpah
mengotori lengan bajuku.“Duh maaf, kaget ya Mas. Bokep India Ouhh Mass,” Wati tersengal-
sengal kuserang cumbuan, sementara penis tegangku sudah amblas dimekinya.“Ohh enakhhnya memekmu Watthh.. Ehmm,” belum selesai kalimat dari bibirku, bibir Wati segera menyumpal dan
melumat bibirku.Gila pikirku, aku hendak menahan aksi mereka tapi aku pun terlanjur menikmati, apalagi reaksi susu sipyang kuteguk memang mujarab, birahiku langsung naik. Sungguh, aku baru
kali itu singgah disana, meskipun sehari-hari kerab melintasi jalan di depannya. Setelah basuh muka, aku menemani mereka
duduk di ruang tamu.“Wah ternyata Mas Andy ini Kerja di Farmasi ya, boleh dong kapan-kapan kita di jelasin masalah obat
Mas?” Maya buka bicara saat aku duduk bersama mereka.“Tentu boleh,




















