Kok begitu mandangnya sih? Tanganku meremasi tangannya. Bokep Family Adakah memang dia perempuan demikian kegatelan?! Tak ayal lagi, langsung disambutnya ku. Dia ‘ngusel-usel’kan mukanya untuk menghirup aroma selangkanganku. Kini aku semakin tak mampu menahan gelinjang syahwatku. Makan sambil mikirin, yookk”
Dalam iringan gamelan pengantar pengantin aku beranjak keluar ruang tenda. Nggaakk.. Namun aku tak hendak parkir di halaman. Aku ingin biar Norma yang membuka berikutnya. Kok begitu mandangnya sih? Aku tak ingin ada hubungan panjang dan membuat repot. Mikir yaa..”
“Iyaa.. Matanya nampak ‘binal’ seperti perempuan yang mendambakan untuk dipuaskan. Aku raih kepala Norma dan kutekan agar turun ke bawah. Wooww.. Ah.. Tiba-tiba terdengar HP-nya memanggil. Pada bulan-bulan musim pesta pernikahan macam ini hampir setiap malam aku bersama istriku selalu menyempatkan untuk hadir. Aku jadi ingat istriku, sayang dia nggak bisa ikut. Jeng..?”
“Yaa ituu… lihat saja, banyak yang ‘enak-enak’ khan?” sambil tangannya dan matanya mengarahkan aku ke audience, para tetamu wanita yang rata-rata malam itu memang nampak cantik-cantik dan ‘enak’ tentunya.




















