Ia pun memberikan isyarat dengan lambaian tangan agar aku mendekat.Kenapa Sell? Coba sebentar saya liat, kebetulan saya ngerti mesin kok…Wanita tersebut memersilahkan aku untuk menangani mobilnya. Bokeb Bisa dibilang, ia termasuk wanita yang awalnya aku kira tidak akan pernah bisa aku tiduri.Aku meminta Gisell untuk berdiri, ku tarik tangannya perlahan, mengarahkannya ke luar kamar. Aku dengan teliti menyetir, selain karena mata yang sudah letih juga rasa kantuk yang semakin datang.Tidak terlalu sulit mencari rumahnya karena terletak di pinggir jalan. Gisell memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.Hampir lima menit aku berada di posisi tersebut. Bagaimana?Ia pun menyetujui ideku.Kami berdua pun masuk ke dalam mobil. Penisku memang terbilang besar dan panjang, Gisell pun merintih kecil saat mendapatkan itu di dalam vaginanya untuk pertama kali.Selang beberapa detik, Gisell menggerakan pinggulnya ke depan dan belakang.




















