Kemudian kurasakan Mbak Mira melepaskan bibirnya dari bibirku,
pelahan menyusur ke bawah. Bokep Thailand Kenikmatan yang kurasakan pun terasa lain, bukan kenikmatan luar
biasa yang menhentak-hentak, tapi kenikmatan yang sedikit-sedikit, seperti
mengalir pelahan di seluruh syarafku, dan mengendap sampai ke ulu hatiku.Beberapa menit kemudian gerakan Mbak Mira berhenti pas saat
rudalku amblas seluruhnya. Kuangkat kepala Mbak Mira, sementara matanya
terpejam. “Ih, pelan-pelan. Kemudian
turun lagi ke bawah, ke perut, berhenti di pusar. Kubuka mataku, kupegang kuat-kuat kedua telapak
tangannya dan kutahan agar Mbak Mira tidak jatuh ke belakang. “Mbak cakep deh kalau marah-marah,” makin Mbak Mira marah,
makin menjadi pula aku menggodanya. Kuturunkan lagi
mulutku, berhenti di gundukan yang ditumbuhi bulu lebat, namun tercukur dan
tertata rapi. “Kan tadi udah mandi Mbak,” kataku. Wajah Mbak Mira sendiri hanya masuk
kategori lumayan.Agak jauh dibandingkan Farah. Digerakkannya kepalanya naik turun pelahan-lahan,
berkali-kali. Hal
itu yang kujelaskan seperlunya pada Farah, tentunya tanpa menyinggung soal
‘seks’ yang jadi menu utama hubunganku dengan Mela.Aku dan Farahpun berpisah di gerbang sekolah. Setelah amblas
semuanya Mbak Mira memelekku sambil berbisik pelan.“Jangan di dalam ya sayang, aku belum minum obat,” aku
mengangguk




















