Aku dan Mei akan pergi.”
“Dewi, Fen”, kata Mei. Yen yang berdiri di sebelah Mei mengenakan celana dalam dan BH berwarna hitam. Bokep China “Pokoknya mulai sekarang, kapan saya Mas Ardy pengen, kami pasti bersedia”, tambah Fenny.“Kecuali kalau lagi menstruasi tentunya. Haha..”Aku tak menduga kalau guyonan itu akan menjadi kenyataan. Sambil tertawa-tawa keduanya berputar-putar, mempertontonkan kemontokan dan kemolekan tubuh bugil mereka.Kupandang buah dada keduanya yang montok, bongkahan-bongkahan pantat yang bulat, padat dan besar. Gimana?”
“Setujuu..!!” sahut Mei, Yen dan Fenny.Aku hanya tersenyum bangga. Kurengkuh tubuh montok itu ke dalam pelukanku. “Mas Ardy membutuhkan tubuh kami sedang kami membutuhkan kejantananmu.”
“Hahaa..” bertiga kami tertawa bareng.Fenny yang sudah duduk di pahaku merapatkan tubuhnya. Tangannya meremas ujung-ujung bantal itu seakan-akan mencari kekuatan. Jari-jari mungil mereka merambah dan mengelus seluruh bagian tubuhku, sementara bibir-bibir mungil dan basah itu menjelajah seluruh bagian sensitif tubuhku.




















