“Wahhh, bisa-bisa adikku terusik lagi nih,” jawabku.Aku sambil mengelus dan mengocok sendiri kemaluanku sembari melihat geliat gadis itu memijatku. “Uhhh.. Bokep India Benar juga kemaluanku yang tadinya tidur dan lemas lambat laun mulai naik dan tegang.“Tuh.. aku pergi,” katanya sewot. “Kenapa liat-liat, napsu ya ama punyaku?” katanya. ck.. Ia kelihatanya suka cairanku, ia menjilatinya sampai bersih, aku pun lemas.“Gimana… enak kan? biar enak itu punyamu, kan sakit kalau begitu,” pintanya. “Haha.. Aku memang mewarisi bakat ayahku yang merupakan seorang pemburu yang handal, hal inilah yang membuat darah petualangku menggelora. “Pasti!” kataku. “Wah dasar tukang coli kamu…” serangnya. Dengan ramah ia mempersilakan aku masuk ke ruang pijat, ruangan selebar 4×4 dengan satu ranjang dan sebuah kipas angin menggantung di atasnya. “Heggh… hegghh… ahhh, ehmm… aku mau keluar lagi nihh!” kataku. Aku tertarik padanya karena ia orangnya juga menyukai kegiatan alam bebas, berburu misalnya. ke sini, kasihan nih adikku udah menunggu lama…” aku sambil mengocok sendiri kemaluanku, habis nggak tahan sih.




















