Tapi mereka berdua memang sama-sama enak rasanya kok. Bokep HD Kemudian aku berkata pada Susanti, “Gimana Ti, filmnya bagus nggak?”, dia hanya mengangguk menjawab pertanyaanku. Belum sempat ada yang menjawab dia sudah mendekati Susana dan mengambil tissue membersihkan cipratan maniku di wajahnya. Melihat itu rasa kagetku pun mulai pulih kembali, aku menarik Susanti duduk di pangkuanku berhadap-hadapan, dan kumasukkan penisku ke dalam vaginanya, ternyata Susanti masih perawan, terbukti ketika kumasukkan penisku agak sulit, akhirnya dengan sepenuh tenaga berhasil juga, dan kudengar juga suara sobekan selaput daranya disertai sedikit darahnya. Kami pun bercanda dan ngobrol. “Wah ketahuan nih, bandel yah, sembunyiin barang kayak ginian”. Andry yang baru masuk menutup pintu lagi dan terdiam beberapa detik sambil memandangi kami yang hanya tertutupi oleh barang seadanya. Mereka bilang mau meminjam komputer buat ngetik, soalnya komputer di rumah mereka sedang rusak katanya. Aku merasa ada sedikit hati pada Susanti karena kalau sedang ngobrol lebih klop rasanya. “Wah kaya surga aja nih”, kata aku dalam hati.











