Seketika pandangan Ananda bersama kedua orang tuanya tertuju ke panggung. Vidio XNXX “Kamu juga tumben Diet makan sendirian, biasanya khan sama grup band kamu?” kata Dina lagi. Malam itu Ananda mengenakan gaun warna hitam yang membuat penampilannya sangat berbeda dengan saat dia ada di kampus. “Tangan kamu halus banget sih” kataku menambahkan. Ananda hanya tersenyum manis mendengar bisikanku, sambil meremas mesra tanganku. “Oh.. Di tengah asyiknya aku menikmati makanan, tiba-tiba telah berdiri temanku yang bernama Dina dan seorang yang telah membuatku terpaku sebelumnya. Sesampainya di meja Ananda, dan ngobrol sesaat, kedua orang tuanya berpamitan ingin pulang karena sudah mulai di hinggapi rasa kantuk. “Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. “Banyak cerita di kampus yang mengatakan, kalau kamu orangnya cukup lembut setiap menghadapi cewek” tambahnya lagi. “Baiklah, asal nanti pulangnya Adietya yang nganterin!” tegas papanya. “Diet, sejak awal perkenalan di cafetaria, hatiku sempat berdetak entah kenapa” terangnya kemudian. “Kamu juga tumben Diet makan sendirian, biasanya khan sama grup band kamu?” kata Dina lagi.




















