Mang Cecep terus mengulum bibirku, sambil tangannya mulai menyentuh lembut payudaraku dari luar kaosku.Ohhh…ohhh, mang ce….cep, oh…enak mang…., hanya kalimat itu yang terucap dari mulutku. Mang Cecep yang menolong tapi diluar dugaannya malah menyentuh langsung kedua payudaraku yang tanpa BH tersebut merasa kaget dan segera meminta maaf kepadaku. Bokep Ojol Mang Cecep terus mengulum bibirku, sambil tangannya mulai menyentuh lembut payudaraku dari luar kaosku.Ohhh…ohhh, mang ce….cep, oh…enak mang…., hanya kalimat itu yang terucap dari mulutku. Segera aku tarik celana panjangnya, aku buka resletingnya dan tonjolan dari dalam CD nya seakan sudah tidak sabar untuk menjinakkanku. Aku tidak menyadari kalau Mang Cecep melihat kedua buah dadaku yang montok tersebut dengan jelas dari kursinya. Kuperhatikan melalui cermin, bukankah aku ini putih, montok dan sexy, “ gumamku dalam hati. Diam-diam aku menyukai pribadi Mang Cecep karena kesabaran dan kebaikannya padaku walaupun aku sadar bahwa aku sudah bersuami. Tapi mendengar suaranya, kelihatannya sangat baik, penyayang dan gagah.




















