“Cihuyyy…” akhirnya Tia memberikan juga nomor hpnya kepada saya.Malam itu Tia mengirim sms kepada saya, yang mengatakan bahwa dia masih bingung mengenai pembayaran tekoran itu. Film Porno “Bentar ya pak, Tia bikini kopi dulu.. Tia segera turun dari mobil dan membuka pagar rumahnya. Yach, sedikitpun masih belum terbesit pikiran yang jorok di pikiran saya. Aku bahkan sering mengantarnya pulang ke rumah dan sekedar bertamu di rumahnya. Soalnya tadi bete banget di kantor..” ujarku. Tatapan dan senyuman yang mengekspresikan kepuasan dalam batinnya karena telah berhasil merengkuh kenikmatan orgasme denganku walau hanya menggunakan lidahku.“Kita pindah di kamar ya Pak ? Mau pake susu kch Pak kopinya ? Dan saya pun akhirnya mengatakan bahwa sebenarnya saya hanya iseng mengenai masalah tekoran tersebut.Tia pun akhirnya merasa lega karena ternyata semuanya hanya lelucon biasa. Tia segera turun dari mobil dan membuka pagar rumahnya.




















