gimana Mbak?”
“Boleh saja,” jawabku pendek tapi dalam hati menyesali spontanitasku tadi karena berarti malam ini aku akan berada bersama 2 laki-laki dalam satu atap rumah. Begitu nikmat sensasi pijatan yang mereka berdua lakukan akhirnya aku merasa melayang apalagi pijitan Teo sudah naik ke arah pahaku dan aku ingat aku hanya mengangguk dengan mata terpejam ketika Teo dan Rendi melepaskan celana sportku dengan alasan untuk memudahkan pemijitan dan lupa kalau itulah pertahananku terakhir. Bokep India Melihat itu spontan aku langsung setuju bahkan menyesali. Aku bersandar di pegangan sofa dengan kaki diatas pangkuan Teo dan kaki sebelah berjuntai ke karpet dimana Rendi duduk dilantai sambil menikmati Teo yang memijat betis indahku dengan bulu-bulu halus yang tumbuh rapih disitu dan Rendi memijit telapak kakiku yang putih bersih dengan kuku dilapisi kutex transparan.




















