“Gimana kalau besok-besok aqu kasih apa yg kamu pengen?”“Yg aqu mau yg mana pak.”“Lho, itu yg sepanjang jalan kamu bilang belum pernah ngalamin.”“Ah bapak bisa aja.”“Bener kok, aqu bersedia ngasih itu ke kamu.”Termenung dia mendengar perkataanku tadi, melihat dia yg sedang menerawang aqu berpikir kenapa juga harus besok-besok, kenapa gag sekarang aja selagi ada kesempatan.Kudekati dia dan kupegang tangannya, tersentak juga dia dari lamunannya sambil menatap kearahku dgn penuh tanda tanya. Dia bangkit berdiri dihadapanku seraya bertanya.“Boleh saya buka pakaian bapak?”
Aqu hanya tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut, lalu dia membuka seluruh pakaian yg kukenakan sampai ke celana dalamku. Vidio Sex ya dia, Silvi.“Pak, nanti mlm ada acara gak? masih di tempat yg dulu?”“Sekarang sedang meneruskan studi di amerika, baru berangkat satu bulan yg lalu.”
“Oh begitu, baru tahu aqu.”
“Ingin lebih pintar katanya pak.”
“Ya baguslah kalau begitu, kan nantinya juga untuk mesa depan berdua.”“Iya pak.”
Setelah jam istirahat habis semua kembali ke ruangan masing-masing untuk meneruskan kerjaan yg tadi terhenti.




















