Demikian pula pantatnya. Batang kemaluan saya sudah nyaris menyemprotkan cairan kenikmatan lagi. Bokepindo Kok itu kamu berdiri? Ternyata Dokter S mengetahui apa yang terjadi di selangkangan saya.Aduh! Pasti lagi-lagi cuma cek darah, air seni, dan kotoran saja. Dokter S tertawa melihat batang kemaluan saya yang mengeras itu. Dengan malas- malasan saya bangkit dari bangku dan berjalan masuk ke ruang periksa dokter.“Selamat malam”, suara lembut menyapa saat saya membuka pintu ruang periksa dan masuk ke dalam.Saya menoleh ke arah suara yang amat menyejukkan hati itu. Tidak ada tanda-tanda kendor atau lipatan- lipatan lemak di tubuhnya. Batang kemaluan saya itu memang tidak terlalu panjang dan besar, malah termasuk berukuran kecil.Tetapi jika sudah menegang seperti saat itu, menjadi cukup menonjol.“Uh, burung kamu biar kecil tapi bisa tegang juga”, kata Dokter S serasa mengelus batang kemaluan saya dengan tangannya yang halus.Wajah saya menjadi bersemu merah dibuatnya, sementara tanpa dapat dicegah lagi, batang kemaluan saya semakin bertambah tegak tersentuh tangan Dokter S.




















