Tentu saja kami jadi panik karena seisi rumah panik. Bokepindo Mungkin terdengar agak kampungan, atau ketinggalan jaman barangkali, tapi satu hal yang pasti perang batin ini nyaris senantiasa menggelayut di dalam kalbu.Pembaca sekalian, mohon maaf jika dalam penyampaian cerita ini, ada aroma ketidak jujuran dan pengkhianatan atas nama keluarga, kebaikan dan harga diri. Aku tercekat, begitu menyadari dan tahu benda yang terpampang di hadapanku. Dan beberapa hal lain semakin menonjol, seiring bertambahnya usia. “Ah.. Mula-mula, kakiku kugeser menindih betis nya. Kami biasa main gendong-gendongan dari belakang. kenapa mesti bertanya-tanya, kenapa tidak sekalian saja aku rasakan sensasinya saat memegang dan berada di dalamnya? Hanya saja yang mengundang decak kagumku adalah, di sini kutemui bulu-bulu seperti rambut yang sebagian besar berwarna putih seperti uban, tetapi cuma satu sisi yang tersisa. Sementara kakakku masih terbengong-bengong atas ‘musibah’ itu, tak terkendali mataku nyalang menjelajah seluruh area yang masih terjangkau sinar lampu berbahan bakar minyak tanah itu.




















