Begitu merasakan kemaluanku mulai berdenyut-denyut kencang, secepat kilat ia melepaskan batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluannya dan pindah ke dalam mulutnya. Bokep Barat Aku menarik nafas, sedikit jengkel akibat klimaksku yang menjadi tertunda. Suster Vika mengeringkan tubuhku dengan handuk setelah sebelumnya membersihkan sabun yang menyelimuti tubuhku itu dengan air hangat. Batang kemaluanku masuk keluar dengan nikmatnya di dalam lubang kemaluannya yang berdenyut-denyut dan bertambah basah itu. Lalu tangannya kembali memegang batang kemaluanku dan membimbingnya ke arah liang kemaluannya. Aku tidak percaya kalau yang di depanku itu suster. Saya sudah biasa mandiin pasien. Wah, asyik juga kayaknya sih. END Suster, saya pinjam handuknya deh. Dan tentu saja, para pembaca semua pasti sudah tahu, apa yang akan terjadi kemudian dengan kami bertiga. Rupanya aku mulai terangsang karena sapuan tangan Suster Vika yang masih menyabuni perutku. Dengan raut wajah memohon, ia memandangi Suster Vika. Suster Vika kelihatannya sejenak tertegun menyaksikan ketegangan batang kemaluanku yang semakin lama semakin parah.




















