” Selesai mandi, sedikit terusir pikiran-pikiran tadi karena sudah tersiram air dingin. Bokep Montok Kamu kegatelan yaah?”
“Uuuhh…sssshh..ehm, i…iya pak..” terkejut Maya karena baru ingat ada si bandot di sampingnya, tapi ia terus menggaruk makin cepat dan karena tak tahan ia menggaruk juga ke pangkal pahanya.. “Kenapa sayang..? “oouuh..bes..bessar banget ppaakk..” gumam Maya tanpa sadar saat merasakan batang hangat yang berdenyut-denyut dalam genggamannya, ia melirik ke arah batang kemaluan Pak Bambang yang ternyata lebih besar dibanding milik pacarnya, pikiran nafsunya tanpa sadar membayangkan apakah ia mampu untuk mengulum penis itu dalam mulutnya atau membayangkan bagaimana rasanya bila penis itu menyerang vaginanya. “Huuuh..mending gua mandi aja deh, otak gua jadi kotor nih.. “uuuh..apa-apaan inih…lepasin paak…”dengan suara masih serak dan lemah Maya berontak dengan percuma, ia mulai takut apa yang hendak dilakukan.




















